Friday, November 29, 2013

PJRI



Sebuah Pengantar...

Tidak sedikit yang bertanya kepada saya, “Judulnya kok berbau politik banget sih?”. Sebenarnya ada asal-muasalnya. Pertama, sejujurnya saya mau sesumbar. Paling tidak kepada para pemimpin partai di negeri ini. Hei, saya serius! Awalnya dalam hati saya bicara, “emangnya hanya orang yang berduit yang bisa mendirikan partai? Nih, saya juga bisa. PJRI, alias Partai Jomblo Raya Indonesia!”. Hehehe.

Alasan kedua, saya turut bersedih hati serta prihatin karena banyak dari teman saya yang nggak laku-laku. Parahnya, baru-baru ini mereka selalu mengiringi radio tape dan berharap request lagu “cari jodoh”-nya wali diputarkan tiga kali sehari. Katanya, biar pas seperti anjuran dokter untuk menenggak obat stresnya. Waduh!

Iya, tidak Cuma stres! Tapi ada yang sampai nekat memotong (maaf) kemaluannya sendiri. Beberapa hari yang lalu (Mei 2009), sempat diberitakan di TV. Kronologinya, si entong ini (bukan nama sebenarnya), ditolak dua kali oleh cewek yang diincarnya, -yang terakhir anak seorang dokter-. Dan beberapa minggu setelah itu dia mengalami stres, depresi hebat. Hingga akhirnya dia nekat mengambil pisau di dapur, dan… simsalabim, adakadabra!
Stop! Jangan bersedih. Belum laku bukan berarti kamu jelek, kecuali kalo memang pada dasarnya kamu jelek. Belum laku juga bukan berarti nggak bakalan nggak merasakan manisnya cinta.

Janganlah bersedih, kawan. Inilah saudaramu, datang dengan membawa secercah harapan baru. Partai Jomblo Raya Indonesia; PJRI. Partai untuk menuntut persamaan hak kebahagiaan kaum jomblo, Partai yang mainstream geraknya underground kepada para remaja, dan inilah Partai idaman seluruh umat yang belum laku!!! (kedengarannya nggak enak yah? Hehehe).
Yah, apapun komentar kalian terserah. Saya nggak mau pusing. Saya saja membuat tulisan ini berkat kejombloan saya. Yup, bagi saya, jomblo bisa menambah kreatif, produktif, inovatif, namun tetap positif. Sempat ada yang bertanya, ini namanya novel atao apa sih? Saya jawab saja, embuh! Yah, apapun jadinya yang penting asoy!

Sebenarnya saya juga enggan, tapi karena merasa dituntut dengan banyaknya yang menanyakan karya baru, maka beginilah jadinya. Bismillah, saya harap bisa menghibur para jomblo di seluruh pelosok Nusantara.

0 komentar:

Post a Comment

- Terimakasih telah berkunjung di blog ini
- Silahkan berkomentar yang baik dan relevan dengan isi artikel
- Dimohon tidak menyertakan link aktif
- Terima kasih pengertiannya