Anda boleh mengerutkan kedua alis mata membaca judul di atas. Anda boleh heran, tapi saya tidak. Karena bagaimanapun, setuju atau tidak, kita harus percaya bahwa setiap orang pasti akan menghadapi badai ujian. Berat ataupun ringan.
Jujur saja, hidup itu tak selamanya cerah. Kadang gembira, kadang merana. Kadang indah, kadang pula terasa hampa. Maka sebabnya, tidak tepat bagi kita untuk berlarut-larut dalam kesedihan. Karena memang, itu sudah menjadi Ketentuan. Hanya mungkin, kita belum tahu jalan menuju keluar. Atau mungkin, kita tidak terlalu tahan untuk bersabar.
Adalah kakek saya, yang bisa terbilang S3 alias Sudah Sangat Sepuh! Di mata saya, yang paling menggelitik adalah masalah kesehatannya. Kakek saya ini sehari-hari tampak sehat-sehat saja. Tanpa tongkat, tanpa kacamata. Yah, siapapun maklum, panjang umur dan bugar sekaligus sungguh bukan perkara gampang. Memang, kakek menyimpan “penyakit tua”, tetapi tampaknya dia berhasil me-manage-nya.
Bagi orang-orang yang berusia di atas 50 tahun, penyakit pada beberapa organ tubuh adalah sesuatu yang lumrah dan alamiah. Katakanlah, sakit jantung, asam urat, diabetes dan lain-lain. Mau dihilangkan, ah mana mungkin? Adalah masuk akal hidup bersama penyakit tersebut. Realistis sajalah! Maksudnya, me-menage penyakit itu agar tidak bertambah parah. That’s right! Bayangkan jika kakek merasa khawatir sepanjang hari. Bisa jadi, kesehatannya malah semakin memburuk. Pasti itu!
Alih-alih kakek saya mengeluh dengan penyakitnya, justru kakek menikmati hari tuanya. Menikmati penyakit? Ah, agak lucu mendengarnya. Tapi kenapa tidak, nyatanya kakek bisa.
Untuk menikmati badai, baiknya kita belajar dari orang Filipina. Di sana, badai adalah fenomena alam yang rutin terjadi. Namun demikian, masyarakat Filipina betah-betah saja tinggal di negaranya. Mereka tidak pernah merasa terusik. Jangan heran jika akan terjadi badai, masyarakat Filipina malah kalem dan adem-ayem. Aneh? Hm, tidak juga. Ternyata mereka mampu berdamai dengan badai. Bagi mereka, adalah mustahil untuk menyingkirkan badai. Setidak-tidaknya dengan teknologi saat ini. yah, sekali lagi, badai adalah suatu fenomena alam yang rutin terjadi di wilayah subtropis seperti Filipina.
Jadi, mau tidak mau, apa yang dapat dilakukan ialah hidup bersama badai. Dalam artian lebih jauh, meminimalkan dampak dari badai tersebut. Persis seperti Jepang dengan gempa buminya.
Anda sekarang sedang menghadapi masalah. Adalah konyol jika kita lari dari masalah tersebut. Yakinlah, tidak manjadi hilang masalah itu, malah justru akan menemukan masalah yang baru. Mari kita belajar menikmati apapun yang menimpa kita seperti kita menikmati siang dan malam. Karena bagaimanapun, siapapun orangnya, di muka bumi ini, mau tidak mau pasti akan menemukan masalah. Tidak akan menjadi kesalahan fatal bagi kita untuk bersabar, dan justru akan mendapatkan kekuatan baru dengan menikmati masalah sebagai proses pendewasaan. Bagaimana pendapat Anda?
Friday, November 29, 2013
Menikmati Badai
4:34 PM
No comments
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 komentar:
Post a Comment
- Terimakasih telah berkunjung di blog ini
- Silahkan berkomentar yang baik dan relevan dengan isi artikel
- Dimohon tidak menyertakan link aktif
- Terima kasih pengertiannya